Showing posts with label Persatuan Wawasan Ibu Tunggal dan Anak Yatim. Show all posts
Showing posts with label Persatuan Wawasan Ibu Tunggal dan Anak Yatim. Show all posts

Wednesday, May 7, 2014

Kursus Fotografi Percuma

Kepada para ibu tunggal/ wanita yang tinggal di sekitar kawasan Kuala Lumpur dan yang berminat untuk menjadikan fotografi sebagai kerjaya, ambillah peluang ini. Jika setakat suka-suki', lupakan peluang ini. Saya memperkenalkan Puan Rosdiana Mohd Radzi, seorang Photographer Wanita/ Tauke Kedai Fotografi yang telah veteran mencipta nama di dalam bidang fotografi yang akan melatih ibu tunggal sendiri. Moga berjaya!

"BERITA BAIK UNTUK WANITA DAN IBU TUNGGAL

Jabatan Pembangunan Wanita mencari wanita untuk menambah pendapatan seisi rumah dengan mengikut
Kursus Fotografi dan Adobe Photoshop
selama 5 hari, setiap Sabtu dan Ahad - PERCUMA
(PROGRAM UNTUK BULAN JUN 2014)

HANYA BERIKAN NAMA, NO KAD PENGENALAN, ALAMAT, NO. CONTACT. UNTUK PENYERTAAN.
NAMA ANDA AKAN DIPANGGIL UNTUK DITEMUDUGA.

Wanita atau ibu tunggal. Berusia antara 20 hingga 40 tahun.

SILA HUBUNGI SAYA DI NOMBOR 019 3253633 / 03 2202 8031 - PUAN ROS"

Monday, April 21, 2014

BENGKEL PENYEDIAAN DOKUMENTASI KES DI MAHKAMAH SYARIAH

BENGKEL PENYEDIAAN DOKUMENTASI KES DI MAHKAMAH SYARIAH 

 Seperti yang dijanjikan, saya bawakan kepada anda semua Bengkel Penyediaan Dokumentasi Kes di Mahkamah Syariah. Menerusi bengkel ini, anda akan diajar cara menyediakan dokumentasi yang perlu bagi memfailkan atau menjawab tuntutan kes mal (perkahwinan) merangkumi kes tuntutan cerai, takliq, fasakh, khuluk, hak jagaan anak, tuntutan nafkah eddah, mut’ah, nafkah anak, harta sepencarian dan hutang perkahwinan. Anda juga akan diajar tentang pembuktian yang perlu dikemukakan bagi menyokong kes anda.
***Boleh bawa dokumentasi kes anda jika telah ada kes di Mahkamah Syariah

Tarikh: Pilihan sama ada pada 24hb Mei (Sabtu) atau pada 28hb Mei (Rabu) - saya sediakan dua tarikh bagi memudahkan anda yang susah untuk bercuti kerja (boleh datang pada Sabtu) atau mereka yang susah hadir pada hari cuti (boleh datang pada hari bekerja.)

Masa: 8.00am hingga 5.30pm

Tempat: Dewan Kuliah, Masjid Negara, Kuala Lumpur

Yuran: RM130 per individu – Peserta yang hadir ke Bengkel Pengendalian Kes pada 7 Julai 2013, jika ingin menyertai bengkel ini, yuran yg dikenakan hanyalah RM100


Aturcara:
08.00am – Pengesahan Pendaftaran dan sarapan
08.30am – Bengkel 1 – Penyediaan Kronologi Kes
09.00am – Bengkel 2 – Tuntutan Cerai, Pengesahan Cerai dan Khuluk
10.30am – Bengkel 3 – Tuntutan Takliq dan Fasakh
01.00pm – Makan tengahari dan Solat Zohor
02.00pm – Bengkel 4 – Tuntutan Hak Jagaan Anak dan Nafkah Anak
03.30pm – Bengkel 5 – Tuntutan Nafkah Eddah, Mut’ah, Harta Sepencarian dan Hutang Perkahwinan
05.30pm – Solat Asar dan Bersurai

Cepat! Daftar segera! Tempat terhad kepada 25 peserta sahaja.

Untuk pendaftaran, bayar RM100 ke akaun akaun Bank Islam 120650 10035871 atas nama Bina Bahagia Services kemudian SMS nombor rujukan atau tarikh dan masa bayaran beserta nama penuh, no KP dan alamat lengkap anda ke talian 013-2545965. Baki bayaranRM30 dibayar pada hari program. Bayaran tidak akan dikembalikan tetapi boleh digantikan dengan peserta lain. Terima kasih atas sokongan dan kerjasama rakan2...(",)

Tuesday, April 8, 2014

Ibuku Sayang

Segala puji bagi Allah… yang telah memuliakan kedudukan kedua orang tua, dan telah menjadikan mereka berdua sebagai pintu tengah menuju syurga.
Shalawat serta salam hamba -yg lemah ini- panjatkan keharibaan Nabi yg mulia, keluarga serta para sahabatnya hingga hari kiamat. Amin…

Ibu…
Aku terima suratmu yg engkau tulis dg tetesan air mata dan duka… aku telah membaca semuanya… tidak ada satu huruf pun yg aku sisakan.
Tapi tahukah engkau, wahai Ibu… bahwa aku membacanya semenjak shalat Isya’… Semenjak sholat isya’… aku duduk di pintu kamar, aku buka surat yg engkau tuliskan untukku… dan aku baru selesaikan membacanya setelah ayam berkokok… setelah fajar terbit dan adzan pertama telah dikumandangkan…
Sebenarnya, surat yg engkau tulis tersebut, jika ditaruhkan di atas batu, tentu ia akan pecah… Jika engkau letakkan di atas daun yg hijau, tentu dia akan kering…
Sebenarnya, surat yg engkau tulis tersebut tidak akan tertelan oleh ayam… Sebenarnya, wahai ibu, suratmu itu bagiku bagaikan petir kemurkaan, yg jika dipecutkan ke pohon yg besar, dia akan rebah dan terbakar…
Suratmu wahai ibu, bagaikan awan Kaum Tsamud, yg datang berarak dan telah siap dimuntahkan kepadaku…
Ibu…
Aku telah baca suratmu, sedangkan air mataku tidak pernah berhenti!! Bagaimana tidak… Jika surat itu ditulis oleh seorang yg bukan ibu dan bukan ditujukan pula kepadaku, layaklah orang yg paling bebal, untuk menangis sejadi-jadinya… Bagaimana kiranya, jika yg menulis itu adalah ibuku sendiri… dan surat itu ditujukan untukku sendiri…
Sungguh aku sering membaca kisah sedih, tidak terasa bantal yg dijadikan tempat bersandar telah basah karena air mata… Bagaimana pula dg surat yg ibu tulis itu!? bukan cerita yg ibu karang, atau sebuah drama yg ibu perankan, akan tetapi dia adalah kenyataan hidup yg ibu rasakan.
Ibuku yg kusayangi…
Sungguh berat cobaanmu… sungguh malang penderitaanmu… semua yg engkau telah sebutkan benar adanya…
Aku masih ingat ketika engkau ditinggalkan ayah pada masa engkau hamil tua mengandung adikku. Ayah pergi entah kemana tanpa meninggalkan uang belanja, jadilah engkau mencari apa yg dapat dimasak di sekitar rumah dari dedaunan dan tumbuhan.
Dg jalan berat engkau melangkah ke kedai untuk membeli ala kadarnya, sambil engkau membisikkan kepada penjual bahwa apa yg engkau ambil tersebut adalah hutang… hutang… yang engkau sendiri tidak tahu, kapan engkau akan dapat melunasinya…
Ibu…
Aku masih ingat ketika kami anak-anakmu menangis untuk dibuatkan makanan, engkau tiba-tiba menggapai atap dapur untuk mengambil kerak nasi yg telah lama engkau jemur dan keringkan…
Tidak jarang pula engkau simpan untukku sepulang sekolah tumbung kelapa, hanya untuk melihat aku mengambilnya dg segera.
Aku masih ingat… engkau sengaja ambilkan air didih dari nasi yg sedang dimasak, ketika engkau temukan aku dalam keadaan sakit demam.
Ibu…
maafkanlah anakmu ini… aku tahu bahwa semenjak engkau gadis, sebagaimana yg diceritakan oleh nenek sampai engkau telah tua seperti sekarang ini, engkau belum pernah mengecap kebahagiaan.
Duniamu hanya rumah serta halamannya, kehidupanmu hanya dg anak-anakmu… Belum pernah aku melihat engkau tertawa bahagia, kecuali ketika kami anak-anakmu datang ziarah kepadamu. Selain dari itu, tidak ada kebahagiaan… Semua hidupmu adalah perjuangan. Semua hari-harimu adalah pengorbanan.
Ibu…
Maafkan anakmu ini! Semenjak engkau pilihkan untukku seorang isteri, wanita yg telah engkau puji sifat dan akhlaknya… yg engkau telah sanjung pula suku dan negerinya! Semenjak itu pula aku seakan-akan lupa deganmu…
Wahai ibu…
Keberadaan dia sebagai isteriku telah membuatku lupa posisi engkau sebagai ibuku… senyuman dan sapaannya telah melupakanku dg himbauanmu.
Ibu… aku tidak menyalahkan wanita pilihanmu tersebut, karena kewajibannya untuk menunaikan tanggung-jawabnya sebagai istri… Aku berharap pada permasalahan ini, engkau tidak membawa-bawa namanya, dan mengaitkan kedurhakaanku kepadamu karenanya… Karena selama ini, di mataku dia adalah istri yg baik, istri yg telah berupaya berbuat banyak untuk suami dan anak-anaknya… Istri yg selalu menyuruh untuk berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tua.
Ibu…
Ketika seorang laki-laki menikah dg seorang wanita, maka seolah-olah dia telah mendapatkan permainan baru, seperti anak kecil mendapatkan boneka atau orang-orangan. Maafkan aku ibu…
Aku tidaklah membela diriku, karena dari awal dan akhir pembicaraan ini kesalahan ada padaku, anakmu ini… Akan tetapi aku ingin menerangkan keadaan yg aku alami, perubahan suasana setelah engkau dan aku berpisah, tidak satu atap lagi…
Ibu…
Perkawinanku membuatku masuk ke alam dunia baru… dunia yg selama ini tidak pernah aku kenal… dunia yg hanya ada aku, istri dan anak-anakku… Bagaimana tidak, istri yg baik, anak-anak yg lucu-lucu! Maafkan aku Ibu… Maafkan aku anakmu… aku merasa dunia hanya milik kami, aku tidak peduli dg keadaan orang yg penting bagiku… yg penting bagiku adalah keadaan mereka: anak-anak dan istriku…
Ibu…
Maafkan aku, anakmu… Ampunkan aku, anakmu… Aku telah lalai… aku telah alpa… aku telah lupa… aku telah menyia-nyiakanmu…
Aku pernah mendengar kajian, bahwa orang tua difitrahkan untuk cinta kepada anaknya, akan tetapi anak difitrahkan untuk menyia-nyiakan orang tuanya… Oleh sebab itu, dilarang mencintai anak secara berlebihan, sebagaimana anak dilarang berbuat durhaka kepada orang tuanya… Itulah yg terjadi pada diriku, wahai Ibu!!
Aku pasti akan gila ketika melihat anakku sakit… Aku seperti orang kebingungan ketika melihat anakku diare… Tapi itu sulit, aku rasakan jika hal itu terjadi padamu wahai ibu… Itu sulit aku rasakan, jika seandainya hal itu terjadi pada ibu, dan pada ayah…
Ibu…
Sulit aku merasakan perasaanmu…
Kalaulah bukan karena bimbingan agama yg telah engkau talqinkan kepadaku, tentu aku telah seperti kebanyakan anak-anak yg durhaka kepada orang tuanya!!
Kalaulah bukan karena baktimu pula kepada orang tuamu dan orang tua ayahmu, niscaya aku tidak akan pernah mengenal arti bakti kepada orang tua.
Setelah suratmu datang, baru aku mengerti… Karena selama ini hal itu tidak pernah engkau ungkapkan, semuanya engkau simpan dalam-dalam seperti semua permasalahan berat, yg engkau hadapi selama ini.
Sekarang baru aku mengerti, wahai ibu… bahwa hari yg sulit bagi seorang ibu, adalah hari di mana anak laki-lakinya telah menikah dg seorang wanita… wanita yg telah mendapat keberuntungan…
Bagaimana tidak… Dia dapatkan seorang laki-laki yg telah matang pribadinya dan matang ekonominya, dari seorang ibu yg telah letih membesarkannya… Dari hidup ibu itulah ia dapatkan kematangan jiwa, dan dari uang ibu itu pulalah ia dapatkan kematangan ekonomi… Sekarang, -dg ikhlas- ia berikan kepada seorang wanita yg tidak ada hubungan denganya, kecuali hubungan dua wanita yg saling berebut perhatian seorang laik-laki… Dia sebagai anak dari ibunya dan dia sebagai suami dari istrinya.
Ibuku sayang…
Maafkan aku… Ampunkan diriku… Satu titisan air matamu adalah lautan api neraka bagiku… Janganlah engkau menangis lagi, janganlah engkau berduka lagi!… Karena duka dan tangismu menambah dalam jatuhku ke dalam api neraka!! Aku takut Ibu…
Kalau itu pula yg akan kuperoleh… kalau neraka pula yg akan aku dapatkan… izinkan aku membuang semua kebahagiaanku selama ini, hanya demi untuk dapat menyeka air matamu…
Kalau engkau masih akan murka kepadaku, izinkan aku datang kepadamu membawa segala yg aku miliki lalu menyerahkannya kepadamu, lalu terserah engkau… terserah engkau, mau engkau buat apa…
Sungguh ibu, dari hati aku katakan, aku tidak mau masuk neraka, sekalipun aku memiliki kekuasaan Firaun… kekayaan Karun… dan keahlian Haman… Nescaya aku tidak akan tukar dg kesengsaraan di akhirat sekalipun sesaat… Siapa pula yg tahan dg azab neraka, wahai Bunda… maafkan aku anakmu, wahai ibu!!
Adapun sebutanmu tentang keluhan dan pengaduan kepada Allah ta’ala, bahwa engkau belum mau mengangkatnya ke langit… bahwa engkau belum mau berdoa kepada Allah akan kedurhakaanku… Maka, ampun, wahai Ibu!!
Kalaulah itu yg terjadi… dan do’a itu tersampaikan ke langit! Salah pula ucapan lisanmu!! Apalah jadinya nanti diriku… Apalah jadinya nanti diriku… Tentu aku akan menjadi tunggul yg tumbang disambar petir… apalah gunanya kemegahan, sekiranya engkau do’akan atasku kebinasaan, tentu aku akan menjadi pohon yg tidak berakar ke bumi dan dahannya tidak bisa sampai ke langit, di tengahnya dimakan kumbang pula…
Kalaulah do’amu terucap atasku, wahai bunda… maka, tidak ada lagi gunanya hidup… tidak ada lagi gunanya kekayaan, tidak ada lagi gunanya banyak pergaulan…
Ibu dalam sepanjang sejarah anak manusia yg kubaca, tidak ada yg bahagia setelah kena kutuk orang tuanya. Itu di dunia, maka aku tidak dapat bayangkan bagaimana nasibnya di akherat, tentu ia lebih sengsara…
Ibu…
Setelah membaca suratmu, baru aku menyadari kekhilafan, kealfaan dan kelalaianku.
Ibu… Suratmu akan kujadikan “jimat” dalam hidupku… setiap kali aku lalai dalam berkhidmat kepadamu akan aku baca ulang kembali… tiap kali aku lengah darimu akan kutalqinkan diriku dengannya… Akan kusimpan dalam lubuk hatiku, sebelum aku menyimpannya dalam kotak wasiatku… Akan aku sampaikan kepada anak keturunanku, bahwa ayah mereka dahulu pernah lalai di dalam berbakti, lalu ia sadar dan kembali kepada kebenaran… ayah mereka pernah berbuat salah, sehingga ia telah menyakiti hati orang yang seharusnya ia cintai, lalu ia kembali kepada petunjuk.
Bunda…
Tua… engkau berbicara tentang tua, wahai bunda…?! siapa yg tidak mengalami ketuaan, wahai ibu!!
Burung elang yg terbang di angkasa, tidak pernah bermain kecuali di tempat yang tinggi… suatu saat nanti dia akan jatuh jua, dikejar, dan diperebutkan oleh burung-burung kecil.
Singa, si raja hutan yg selalu memangsa, jika telah tiba tua, dia akan dikejar-kejar oleh anjing kecil tanpa ada perlawanan… Tidak ada kekuasaan yang kekal, tidak ada kekayaan yang abadi, yang tersisa hanya amal baik atau amal buruk yg akan dipertanggungjawabkan.
Ibu…
Doakan anakmu ini, agar menjadi anak yang berbakti kepadamu, di masa banyak anak yang derhaka kepada orang tuanya… Angkatlah ke langit munajatmu untukku, agar aku akan memperoleh kebahagiaan abadi di dunia dan di akhirat.
Ibu…
sesampainya suratku ini, insya Allah tidak akan ada lagi air mata yg jatuh karena ulah anakmu… setelah ini tidak ada lagi kejauhan antaraku denganmu…
bahagiamu adalah bahagiaku… kesedihanmu adalah kesedihanku… senyumanmu adalah senyumanku… tangismu adalah tangisku…
Aku berjanji, untuk selalu berbakti kepadamu buat selamanya, dan aku berharap agar aku dapat membahagiakanmu selagi mataku masih bisa berkedip… maka bahagiakanlah dirimu… buanglah segala kesedihan, cobalah tersenyum… Ini kami… aku, istri, dan anak-anak sedang bersiap-siap untuk bersimpuh di hadapanmu, mencium tanganmu.
Salam hangat dari anakmu yg durhaka…
(Disadur dari kajian Ustadz Armen -rohimahulloh-)

petikan dari :- http://addariny.wordpress.com/2010/04/12/ibuku-sayang/#more-1646

Tuesday, September 25, 2012

Wanita dan Mahkamah Syariah




Anda sedang membaca kisah benar seorang wanita yang baru sahaja selesai kes fasakh di sebuah Mahkamah Syariah baru-baru ini. Tujuan kisah benar ini ditulis semoga ramai wanita di luar sana dapat mengambil pedoman dan bersemangat waja untuk berhadapan dengan kes-kes pengadilan di mahkamah demi masa depan mereka dan anak-anak tersayang.

Kisahnya Bermula...
"Ingin saya kongsi gambar ini bersama semua terutama yang tidak pernah menjejakkan kaki ke mahkamah syariah. Saya ambil gambar ini sebagai kenangan dan ingatan supaya saya mengharamkan kaki saya untuk menjejak lagi tempat ini. Dan pesan saya kepada semua,hindari tempat ini. Jangan dipijak jika tidak perlu. Jangan sekali-kali!!....
Dan saya kongsikan juga kata-kata Tuan Hakim Mahkamah Syariah.....

"Tidak ada masa yang sia-sia dalam hidup melainkan menjejakkan kaki berkali-kali ke kamar ini. Tempat ini dipenuhi dengan badi-badi yang tak elok yg dibawa oleh kamu semua. Tempat ini tempat yg penuh dengan dendam kesumat. Tempat hantu-hantu raya dilepaskan. Tempat syaitan merasuk untuk berbunuhan suami isteri"....



Air mata saya tumpah apabila saya menoleh untuk melihat buat kali terakhir ke barisan wanita-wanita yang duduk menunggu giliran masing-masing. 3 tahun dulu saya juga seperti mereka menunggu dan menunggu...gambar ini ialah pandangan dari tempat duduk saya selama 3 tahun di situ. Berat mata memandang, berat lagi bahu memikul...saya sayu meninggalkan mereka. Wanita-wanita itu saudara-saudara saya yang juga menuntut keadilan....Mereka juga seperti saya yang dianiaya oleh lelaki. 
  • Ada yang mengendong anak menuntut nafkah dari suami yg hilang entah kemana. Ada yg menuntut penjelasan status perkahwinan bila suami menghambur cerai di kawasan parking motor.
  •  Ada yang ditinggalkan suami setelah 35 tahun hidup bersama hanya kerana suami mendapat isteri baru.
  • Ada juga wanita di penghujung usia yang perlu dipapah anak-anak dan sudah kurang jelas pendengaran dihalau oleh sang suami yg mabuk cinta wanita seberang....



Andainya Baginda Rasulullah S.A.W masih hidup, ingin saya menangis semahu-mahunya supaya Rasulullah adili lelaki yang menganiaya wanita-wanita seperti ini. Baginda pasti akan turut bersedih dengan apa yg terjadi sekarang..


Dari jauh, saya mendoakan kesejahteraan mereka di dunia dan di akhirat. Tidak lupa juga kepada banyak saudara-saudara wanita di FB ini yg juga masih berjuang di Mahkamah Syariah....


    • Sedikit Sinopsis......

      Suzana


      Perkahwinan saya dan bekas suami hanya sempat bertahan 3 tahun sahaja. Saya memohon fasakh pada tahun 2009. Kami telah menjalani kaunseling sebanyak 3 kali sepanjang tempoh perkahwinan. Dan kaunseling itu juga atas desakan saya dan usaha saya untuk menyelamatkan rumah tangga kami. Malangnya, bekas suami masih tidak mahu berubah.
      Bekas suami saya seorang yang malas bekerja dan suka bertukar-tukar tempat kerja. Alasannya mudah, tidak sebulu dengan ketua tempat bekerja. Bila selalu tidak bekerja, semua bil-bil dan nafkah hidup dia dan saya, saya yang terpaksa tanggung. Ini termasuk bayaran rumah, kereta, makan minum, bayaran kard kredit, personal loan dan lain2, 100% saya yang tanggung.
      Selain itu,  bekas suami tidak solat, tidak puasa dan suka melayan internet. Berchatting dengan perempuan lain yang melarat sehingga ke hubungan terlarang di bilik hote. Dan yang paling saya tidak tahan, bekas suami ringan tangan. Apabila bergaduh, suami suka angkat tangan dan berulang kali mohon maaf dengan alasan tak dapat kawal perasaan. Saya pendam perasaan dan sorok dari keluarga.


      Setelah lama bersabar dan menasihatinya untuk berubah, perangainya semakin buruk. Sehinggalah saya mendapat anak dan ketika itu anak saya baru berumur 3 bulan, bekas suami melakukan keganasan fizikal lagi kepada saya. Berbekalkan kekuatan untuk mempertahankan keselamatan anak saya, saya nekad keluar rumah dan lari ke rumah ibu bapa. Saya buat laporan polis, pergi ke mahkamah majistret mohon IPO (Interim Protection Order) dan terus ke mahkamah syariah untu mohon fasakh. Saya upah peguam syarie. Kes memakan masa yang lama kerana kerenah mahkamah syariah (ini juga satu isu yang perlu diulas panjang lebar). 

      Dan akhirnya, 10hb september lepas, Alhamdulillah..tuntutan saya diluluskan. Tuntutan suami mengatakan saya nusyuz dan mohon perintah mahkamah supaya saya kembali taat telah ditolak oleh hakim.


      • Persatuan Wawasan IbuTunggal AnakYatim

        Assalamualaikum puan. Saya sudah membaca keseluruhannya. Saya terhenti beberapa kali membacanya...menahan air mata mengalir. Betapa penderitaan puan dibalas dengan kejayaan akhirnya. Insya Allah, kisah puan akan saya letak di blogspot saya untuk pedoman.
        Untuk pengetahuan puan, kita punya kisah berbeza. Namun pernah menjejak kaki ke mahkamah. Walau makan masa bertahun, namun Allah telah beri kita semangat dan kekuatan untuk bangun semula. Semoga hidup kita dilimpahi sinar kebahagiaan dan keredhaanNYA. smile


        • Suzana

          Aminnn....Betul. setiap kita ni punyai dugaan hidup yg berbeza.kita selalu memanggilnya sebagai musibah.tapi bila semua tu dah berakhir,barulah kita sedar tentang semua hikmah yg tersembunyi disebaliknya...



          • Terima kasih sudi membaca kisah saya. itu cuma sinopsisnya saja. Saya tidak mengupasnya dgn mendalam. Betapa saya ini juga menanggung beban hutang kewangannya, membuat pinjaman bagi pihaknya. Menjadi penjaminnya utk pinjaman MARA sebanyak 200k...Semuanya saya lakukan untuk memperbaiki hidup kami. Bila tidak bekerja, suami usulkan mahu berniaga. Pergi kursus asas keusahawanan dgn MARA dan buka kopitiam. Perniagaan lingkup kerana kelemahan dia mengurus pekerja dan kewangan. Keuntungan dijoli dengan perempuan. saya juga mempunyai kesan kekal kecederaan di dahi (lekukan akibat ditumbuk,lekukan itu ialah kesan batu di cincin yg dipakai ketika menumbuk saya).

            Tapi di sebalik semua itu,saya bangun semula dan hidup bahagia sekarang. Saya lebih berhati-hati dengan lelaki. Saya diperalatkan untuk kepentingan peribadinya sahaja. Begitulah kisah saya. Macam kisah drama di TV tapi itu kisah benar saya."

          Monday, September 17, 2012

          Cadangan Untuk Kuat-Kuasakan Undang-undang Syariah


          Kalau nama-nama peminjam PTPTN/ MARA yang tidak membayar pinjaman boleh dipaparkan di media, kenapa nama-nama pesalah-pesalah undang-undang syariah yang tidak membayar nafkah anak-anak, nafkah mutaah dan seangkatannya tidak boleh diumumkan di media? Jika undang-undang dikuatkuasakan kepada pesalah syariah sebegini boleh dikuatkuasakan, maka akan berkuranglah pesalah-pesalah undang-undang syariah dan akan terbelalah nasib anak-anak ibu-ibu tunggal. Mungkin idea saya ini terlalu drastik. Secara logiknya ramai ibu-ibu tunggal yang merana yang memerlukan pembelaan.

          Wednesday, September 5, 2012

          September 2012 - Weekend Programme For Single Mothers

          SEPTEMBER 2012 - WEEKEND PROGRAMME FOR SINGLE MOTHERS!

          1. FREE CLASS - every Tues and Thurs - intro to water confidence (pool experience) - exclusively for those who have registered for intro scuba dive (pool) - fully booked!

          2. RM150/class/person - -intro to scuba dive (pool) - min 10 paxs - fully booked! Start on 5 September 2012.

          3. RM50/person - Career Planning for job hunters. Min 30 paxs, three hours - Registration still open!

          4. Basic Make Up, Grooming and Hijab Styling - Min 30 paxs. Registration still open! 8 September 2012 @9 am- 4.00 pm

          Tuesday, September 4, 2012

          Belajar Asas Solekan

          BELAJAR ASAS SOLEKAN, PENAMPILAN DIRI DAN HIJAB STYLING

          Terbuka kepada semua ibu-ibu tunggal yang berada di mana sahaja.

          Kursus ini akan dijalankan pada:-

          Tarikh : 8 September 2012 (Sabtu)
          Masa : 9 pagi - 4.00 petang
          Tempat : Kolej International Institute of Management and Technology ( IIMAT), 

          Jalan Ipoh (1st mile), 51200 Kuala Lumpur(Sebelah Standard and Chartered Bank)

          Kos bayaran termasuk:-
          1. sijil
          2 makan tengahari
          3. tempat latihan/ tenaga pengajar



          KOS KESEMUA IALAH RM 50.00 SAHAJA. 

          Sunday, July 22, 2012

          HADIS TENTANG IBU TUNGGAL (JANDA)


          Hadis Rasulullah SAW:


          Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Nabi SAW telah bersabda: "Orang yang berusaha untuk membantu para janda dan orang miskin diibaratkan sebagai orang yang berperang di jalan Allah, orang yang bangun sembahyang sepanjang malam dan seperti orang yang berpuasa tanpa berhenti."

          Friday, July 20, 2012

          Dialog Rasulullah SAW Dengan Iblis

          20 orang yg dibenci IBLIS

          Pada suatu hari,Rasulullah SAW bertemu dengan iblis lalu baginda bertanya kepadanya, "Siapakah orang yang paling engkau benci?"

          Jawab iblis, "Aku benci kepada 20 jenis umatmu".
          1.Engkau sendiri wahai Muhammad
          2.Orang yang beramal dengan ilmu
          3.Orang yang mengamalkan isi ajaran al-Quran
          4.Orang yang melaungkan azan untuk solat fardu
          5.Orang yang mengasihi org miskin dan anak yatim .
          6.Orang yang penyayang
          7.Orang yang tunduk pada kebenaran .
          8.Orang muda yang taat kepada Allah SWT
          9.Orang yang menjaga makanannya(makanan halal)
          10.Orang muda yang saling berkasih sayang kerana Allah SWT
          11.Orang yang solat berjemaah
          12.Orang yang solat Tahajjud
          13.Orang yang menjaga dirinya daripada perkara haram
          14.Orang yang menasihati saudaranya dengan ikhlas
          15.Orang yang sentiasa mengekalkan wudhuknya
          16.Orang yang murah hati
          17.Orang yang berakhlak mulia
          18.Orang yang yakin dengan jaminan rezeki daripada Allah SWT
          19.Orang yang berbuat baik terhadap janda(menjaga kebajikan mereka)
          20.Orang yang bersedia untuk mati

          Monday, July 2, 2012

          Portal Wanita Jabatan Pembangunan Wanita Akan dilancarkan


          2 Julai 2012 -Hari ini, kami diperkenalkan dengan Portal Wanita, Jabatan Pembangunan Wanita. Portal ini akan dilancarkan pada Hari Wanita pada bulan September ini nanti. Di dalam portal ini nanti, ada 6 modul portal yang utama. Di antaranya ialah ibu tunggal, usahawan, kaunseling, gender, NGO dan modul latihan berasaskan komputer. Semoga semua wanita di seluruh negara akan memanfaatkan portal JPW ini nanti.

          Tuesday, June 26, 2012

          Kisah Ibu Tunggal


          KISAH IBU TUNGGAL

          1. Malam tadi, anda semua makan malam apa, ye? Mesti lauk menyelerakan.
          Di ketika anda semua sedang makan malam, ibu tunggal beranak 8 (anak berusia 16 tahun - 3 tahun) ini juga telah makan malam. Lauknya sup telur dan nasi.

          2. Di ketika kita bakal menyambut bulan Ramadan, ada ibu tunggal telah mendapat notis untuk keluar seminggu dari rumah. Rumah kena lelong. Rumah pula adalah tempat berlindung bersama ibubapanya. Bapa kini pula terlantar di hospital, menghidap penyakit dan ketika rumah dilelong, bapanya terus hilang ingatan. Buat sementara waktu, ibu tunggal dan anak-anaknya tinggal di pejabat. Permohonan rumah DBKL telah dibuat, namun tiada jawapan. Sampai bilakah agaknya ibu tunggal akan tinggal di pejabat agaknya?

          3. Di ketika anda berkenderaan ke sana ke mari, ada ibu tunggal terpaksa bersabar kerana menggantikan tayar keretanya yang rosak. Kereta pula adalah mata pencarian untuk mengangkut anak-anak jiran untuk ke sekolah. Pembayaran utiliti ada yang terpaksa ditangguhkan.

          Hari ini, Allah telah bukakan hati saya untuk menelefon setiap ibu tunggal yang saya kenali dan tidak saya kenali. Jauh di sudut hati, memohon bantuan rakan-rakan untuk sudi membantu dan mendoakan mereka. Terima kasih.

          Tuesday, June 19, 2012

          Program Mari Membaca 1Malaysia:Jauh Perjalanan Luas Pengetahuan Siri 1/2012


          PROGRAM MARI MEMBACA 1MALAYSIA

          “JAUH PERJALANAN LUAS PENGETAHUAN“ SIRI 1/2012

          Kementerian Penerangan Komunkasi dan Kebudayaan melalui Perpustakaan Negara Malaysia (PNM) dengan kerjasama Keretapi Tanah Melayu Berhad (KTMB) telah mengadakan Program Mari Membaca 1Malaysia: “Jauh Perjalanan Luas Pengetahuan” Siri 1/2012 bermula di Stesen Sentral Kuala Lumpur ke Stesen Sentral Johor Bahru pada 4 Jun 2012 (Isnin). Program ini telah disempurnakan oleh YB Senator Datuk Dennis D’Cruz, Timbalan Menteri Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan.
          Objektif program ini adalah:

          • Untuk menjalin persepakatan pintar di antara PNM dan KTMB serta beberapa penerbit terkemuka di dalam menggalakkan budaya membaca di kalangan penumpang keretapi.
          • Untuk menanamkan budaya membaca walau dimana berada kepada pengguna keretapi disamping memenuhi masa yang terluang.
          • Untuk memberi peluang kepada pengguna keretapi mendapatkan pengetahuan melalui bahan bacaan yang disediakan.
          • Untuk meningkatkan kesedaran kepada pengguna keretapi mengenai kepentingan ilmu pengetahuan dan Pembelajaran Sepanjang Hayat (Life Long Learning).
          Antara aktiviti yang telah diadakan sepanjang program ini adalah:

          • Sumbangan bahan bacaan
          • Menyediakan bahan bacaan di sudut bacaan
          • Sesi Bercerita
          • Sesi Mewarna
          • Sesi Kraftangan
          • Sesi Silap Mata dan Badut
          • Bengkel Penulisan Puisi
          • Nyanyian Lagu-Lagu Rakyat
          • Pelancaran Bank Buku

          Thursday, June 14, 2012

          Kelas Seni Tembikar Seramik Percuma Pada 16 Jun 2012

          TERBUKA KEPADA IBU-IBU TUNGGAL YANG BERMINAT MEMPELAJARI SENI TEMBIKAR SERAMIK - KELAS PERCUMA BERMULA SABTU INI (16 JUN 2012) DI ULU KELANG.

          Tawaran ini dibuka kepada ibu-ibu tunggal atau ibu yang telah digantung tiada tali atau hanger' yang tinggal di sekitar kawasan Ampang, Ulu Kelang, Setapak dan di persekitarannya. Saya memerlukan 5 orang lagi. Jika anda berminat dan berjaya di dalam temuduga yang dijalankan oleh penaja, anda akan ditawarkan kursus percuma ini selama 2 bulan, pada setiap hari Sabtu dan Ahad. Di dalam kursus ini, anda akan belajar membuat seramik kecil yang sering ditempah orangramai untuk cenderahati perkahwinan. Sebaik habis kursus, anda boleh memulakan perniagaan ini secara kecil-kecilan. Hubungi saya segera pada waktu pejabat di 017-2094 924.Terima kasih.